Showing posts with label stay alive. Show all posts
Showing posts with label stay alive. Show all posts

Friday, May 31, 2019

Please Save Me From My Own Mind #6

You could walk away from people who hurt you or make you sick and tired
And there would always be the time you blame yourself for let them in
or blame them for being so rude
or blame the life for the path you both share
But, darling, world works that way
It hits you hard only to slap you harder when you get up
Imagine everything seems so easy, everyone greets warm, everywhere looks nice,
How do you learn the scars?
How do you know which one is good, better, or best?
How do you figure out who you are?

Azmi, May 2019
Written on December 2018

Wednesday, May 8, 2019

Please Save Me From My Own Mind #2

Someday people will ask you about how you keep alive in one percent battery
Then you will say to them that life charges yourself
You will say you can bring out your aptitude, become brave and set your voice louder for your liking,
and show your maximal brightness as your ability at the same time
Because life charges you while you try to pass it through
Because life doesn't only hurt you badly but also give you all the words, touches, chances, people, and gifts you deserve
And that's all enough to take you back to one hundred percents
Someday people will ask you and you will reply exactly like that
So please keep going, you are almost there

Azmi, May 2019

Thursday, December 31, 2015

Seseorang Tengah Merindukanmu

Rindu tidak bisa membangunkanmu dari tidur. Rindu hanya bisa menemanimu terjaga sepanjang malam. Membuatmu bertanya apakah seseorang yang jauh dari pandanganmu itu juga tengah mengalami hal yang sama. Membuatmu berharap kalau-kalau iya, seseorang itu juga tengah merindukanmu. Bukan orang lain.

Rindu tidak bisa menghentikanmu melakukan sesuatu. Rindu hanya bisa mengiringimu dalam setiap hal yang kamu lakukan. Membuatmu berharap yang kamu kerjakan segera selesai. Hanya agar kamu bisa kembali lebih awal. Entah untuk meratapi punggung seseorang yang menjauh atau menantinya hadir lagi.

Rindu tidak bisa memutar waktu seperti yang kamu harapkan. Rindu hanya bisa mengingatkanmu bahwa ada hari-hari yang pernah kamu lewati bersama seseorang. Membuatmu berharap hari-hari itu sudah kamu manfaatkan sebaik mungkin. Hanya agar ia bisa selalu mengenangnya dengan baik pula.

Aku bisa menulis demikian karena aku pernah mengalaminya. Aku pernah merindukan seseorang, sesuatu, atau bahkan keduanya di waktu yang bersamaan. Bahkan aku selalu seperti itu. Selalu, hingga rindunya semakin menyiksa. Bahkan di akhir tahun ini, rindunya masih saja ada.


Lalu apa yang aku lakukan selama ini? Selama rindunya ada?

Seriously, I just go deal with that thing. Bukan apa-apa, tapi memang karena aku tahu dia tidak merindukanku.

Saturday, June 7, 2014

Who did it to you?


Aku selalu ingin menanyakan hal tersebut pada banyak orang. Tapi aku memilih untuk menguburnya dalam-dalam mengingat pertanyaan tersebut bisa jadi terdengar lancang bagi sebagian orang. Mengapa? Karena jawaban atas pertanyaan tersebut pastilah sebuah nama. Atau bahkan beberapa nama. Padahal, some names will taste bitter. Beberapa nama terkadang memang sukar untuk diucapkan, kalau pun tidak, nama tersebut pasti hanya menjadi dengung dalam kepala. Kalau pun berhasil diucapkan, nama tersebut akan membuka sebuah pintu pada satu cerita lalu. Yang mau tidak mau, cepat ataupun lambat, akan kembali menjadi suatu hal yang berputar-putar dalam hitungan waktu. Yang katanya, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan berhentinya.

Ada beberapa yang merasa tidak apa-apa dengan pertanyaan tersebut. Mereka adalah orang-orang yang dengan besar hati mau menjawab bahkan tidak segan-segan menceritakan apa yang ada dibalik nama tersebut ketika ditanya lebih jauh. Mereka merasa bahwa dengan begitu, mereka sudah satu langkah dalam melonggarkan lilitan. Semakin banyak mereka menjawab dan membagi, semakin terdengar biasa nama tersebut bagi mereka. Atau setidaknya, tidak seperih yang pertama. Tapi ada juga beberapa yang merasa perasaannya terkoyak habis-habisan dengan pertanyaan tersebut. Bagi mereka, dihujani pertanyaan seperti ini adalah alasan mengapa lilitan terasa semakin erat. Tidak mau mengambil konsekuensi, mereka memilih untuk menghindar. Tapi aku berani bertaruh, sepersekian detik setelah menghindari, nama tersebut malah memenuhi ruangan. Dan hanya mereka saja yang mampu melihat sesaknya.

Jadi benar, kan, jika ku katakan bahwa pertanyaan tersebut terdengar lancang. Beberapa nama memang membawa mimpi buruk. Mendengarnya sama dengan melukai perasaan. Tapi, sekali ini saja, biarkan aku menanyakannya pada kalian. Who did it to you?